NUTRISI DASAR
Nutrisi tanaman sebaiknya diberikan saat tanaman dalam kondisi sehat, bukan hanya ketika tanaman terserang penyakit. Pemberian nutrisi yang tepat sejak awal akan memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan meningkatkan hasil panen.
Waktu yang Tepat untuk Pemberian Nutrisi
1. Tahap Awal (Sebelum Tanam/Persiapan Lahan)
✅ Pupuk dasar seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk fosfat (SP-36) diberikan sebelum tanam untuk memperkaya tanah.
✅ Dolomit/kapur pertanian jika tanah terlalu asam, diberikan 2 minggu sebelum tanam.
2. Fase Pertumbuhan Vegetatif (Awal Tanam - Pembentukan Daun & Akar)
✅ Pupuk N tinggi (Urea, ZA, NPK dengan dominan N) → untuk mempercepat pertumbuhan daun dan batang.
✅ Unsur mikro (Fe, Zn, Mn, B) → untuk merangsang metabolisme tanaman.
✅ Pupuk organik cair / biostimulan → meningkatkan daya serap akar terhadap nutrisi.
⏰ Waktu Aplikasi:
Pupuk akar → diberikan 7–10 hari setelah tanam.
Pupuk daun → bisa mulai disemprot sejak tanaman berumur 2–3 minggu.
3. Fase Generatif (Pembentukan Bunga & Buah)
✅ Pupuk P dan K tinggi (SP-36, KCl, MKP, KNO3, NPK dominan K) → membantu pembentukan bunga dan buah.
✅ Kalsium (Ca) → mencegah kerontokan bunga dan buah, serta memperkuat jaringan tanaman.
✅ Magnesium (Mg) → meningkatkan fotosintesis agar produksi energi lebih optimal.
⏰ Waktu Aplikasi:
Pupuk akar → diberikan saat tanaman mulai berbunga.
Pupuk daun → bisa disemprot 2–3 kali seminggu untuk hasil maksimal.
4. Saat Tanaman Terserang Penyakit
⚠️ Jangan hanya mengandalkan pupuk saat tanaman sakit.
⚠️ Fokus utama adalah mengendalikan penyakit dengan fungisida atau biopestisida.
✅ Pupuk Kalsium, Silika, dan Kalium → membantu memperkuat jaringan tanaman agar lebih tahan terhadap infeksi.
✅ Amino acid & Vitamin B → membantu pemulihan tanaman yang stres akibat penyakit.
⏰ Waktu Aplikasi:
Setelah aplikasi fungisida atau pestisida, berikan pupuk daun berbasis mikro dan kalsium untuk pemulihan.
