KALSIUM
Ada beberapa jenis kalsium yang digunakan dalam pertanian, tergantung pada kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Berikut beberapa jenis kalsium yang umum digunakan:
1. Kalsium Anorganik (Mineral & Garam Kalsium)
Kalsium Nitrat (Ca(NO₃)₂)
Sumber kalsium dan nitrogen (N) yang mudah diserap.
Cocok untuk tanaman hortikultura dan hidroponik.
Meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan kualitas buah.
Kalsium Klorida (CaCl₂)
Sumber kalsium yang cepat diserap.
Sering digunakan sebagai semprotan daun untuk mencegah busuk ujung buah.
Kalsium Sulfat (Gypsum – CaSO₄)
Mengandung kalsium dan sulfur.
Tidak meningkatkan pH tanah, cocok untuk tanah yang sudah basa.
Meningkatkan struktur tanah liat dan membantu pergerakan air.
Kalsium Karbonat (CaCO₃) – Kapur Pertanian
Digunakan untuk meningkatkan pH tanah asam.
Tersedia dalam bentuk dolomit (mengandung Mg) atau kalsit (tanpa Mg).
Kalsium Fosfat (Ca₃(PO₄)₂
Mengandung kalsium dan fosfor.
Umum digunakan dalam pupuk fosfat.
2. Kalsium Organik
Kalsium dari Cangkang Telur atau Tulang Hewan
Sumber kalsium alami yang dapat dibuat sendiri.
Bisa digunakan dalam bentuk serbuk atau larutan fermentasi.
Kalsium dari Abu Kayu
Mengandung kalsium karbonat dan mineral lainnya.
Dapat membantu meningkatkan pH tanah.
Kalsium dari Rumput Laut (Alga)
Mengandung kalsium organik dan unsur mikro lainnya.
Baik untuk meningkatkan ketahanan tanaman
Pemilihan Jenis Kalsium
Untuk meningkatkan pH tanah → Kapur pertanian (CaCO₃) atau Dolomit (CaMg(CO₃)₂).
Untuk meningkatkan kalsium tanpa mengubah pH → Gypsum (CaSO₄).
Untuk aplikasi cepat pada daun → Kalsium Nitrat (Ca(NO₃)₂) atau Kalsium Klorida (CaCl₂).
Untuk perbaikan struktur tanah → Gypsum atau bahan organik kaya kalsium.
